Senin, 14 November 2016

Cara Mematikan Autocorrection Pada Xiaomi Redmi Note 3

Stress.. Mungkin itu kata yang tepat bisa mewakili saat mengetik ada autocorrection.  Pada sebagian orang mungkin fitur ini berguna, tetapi tidak juga pada sebagian lainnya, termasuk gw, hehe, karena tidak semua kata yang gw tulis adalah kata baku,  bisa jadi singkatan atau kata slengean bahasa premannya. Coba bayangin,  setiap kata yang tidak baku ditulis lalu di autocorrection, mesti bolak-balik hapus lalu tulis lagi, kena autocorrection lagi, hapus lagi,  tulis lagi, arrrggghhhhh..

Kejadian ini sedang gw alami ketika nulis di redmi note 3. Pertama kalinya gw megang ni hape dengan keyboard swiftkey. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan keyboard swiftkey ini, malah tampilannya lebih bagus daripada keyboard google. Cuma satu saja masalahnya, how to turn off autocorrection.

Akhirnya coba - coba sendiri, daripada stress ngetik, hehehe, dan ketemu jawabannya. Untuk pembaca blog ini yang mempunyai masalah yang sama, ikutin langkah - langkah ini:

1. Ketuk strip 3 di pojok kiri atas keyboard.
2. Ketuk setting - more.
3. Ketuk typing.
4. Ketuk typing & autocorrection.
5. Unthick pilihan autocorrect.

Videonya bisa cek disini:
https://youtu.be/DzurDfSXnqI

Nah sekarang anda sudah terbebas dari autocorrection, pastinya bebas stress juga, hehehe.

Semoga bermanfaat...^_^

Sabtu, 24 September 2016

Persyaratan Bikin Paspor

Pengalaman bikin paspor di kantor imigrasi Pondok Pinang, syarat-syaratnya:

- Print out konfirmasi pemilihan tanggal dan lokasi kantor imigrasi yang dikirimkan via email untuk paspor online.
- Tanda bukti bayar online untuk yang buat paspor online.
- KTP asli n fotocopy.
- Ijazah asli n fotocopy.
- Akte lahir n fotocopy.
- Kartu keluarga n fotocopy.
- Semua fotocopy dalam bentuk A4, jangan dipotong-potong. Contoh: fotocopy KTP.

Semoga bermanfaat.

Selasa, 06 September 2016

Apa Itu IDK

Setelah sharing tentang istilah CBU dan CKD, saatnya untuk istilah IKD.

IKD yang merupakan singkatan dari Incompletely Knock Down, sering juga ditemukan dalam dunia otomotif, sama halnya istilah CBU dan CKD. Kalau dalam CKD, semua bagian - bagiannya diimpor langsung dari luar negeri, untuk IKD hanya beberapa bagian yang diimpor. Hal ini dikarenakan sebagian lainnya sudah bisa dibuat di dalam negeri, jadi dalam proses perakitannya gabungan komponen dalam dan luar negeri. Ongkos produksinya pun otomatis jauh lebih murah dibandingkan CBU dan CKD.

Di Indonesia istilah IKD memang jarang ditemui, karena istilah yang biasa dipakai CKD, walaupun bagian - bagian untuk perakitan ada yanga full impor maupun sebagian impor. Ok, semoga tulisan kali ini bermanfaat.